Tips Menata Kamar Kost Kecil jadi Nyaman

Tips Menata Kamar Kost Kecil jadi Nyaman

Kamar kost biasanya menjadi tempat sementara bagi mahasiswa yang merantau agak jauh dari rumah sehingga memerlukan menyewa kamar untuk menetap. 

Biasanya kamar yang di sewa ini akan berukuran agak lebih kecil dari kamar kita yang sebenarnya tapi jangan khawatir kamar kecil bisa kita buat menjadi sangat nyaman untuk di tempati.

Ukuran kamar kost yang sempit seharusnya tidak menghalangi penghuninya untuk berkreasi dalam dekorasi.

Yang perlu diingat, dekorasi yang dibuat harus pas. Artinya, jangan sampai barang atau perlengkapan dekorasi membuat kamar kost terasa lebih sempit.

Tipsnya, menurut desainer interior Aghnia Fuad, sebaiknya jangan memilih produk dekorasi yang sifatnya tiga dimensi.

“Lebih baik pilih sesuatu yang sifatnya tidak memenuhi ruangan. Misalnya sesuatu yang menempel di dinding,” tutur perempuan yang kerap disapa Ghina.

Coba percantik dinding kamar dengan hiasan simpel. Anda bisa menempel foto-foto di dinding tanpa pigura, atau membuat hiasan dari barang bekas, lalu menempelnya di dinding dengan membentuk pola tertentu.

Memilih furnitur baru sebagai barang dekorasi pun sebenarnya sah-sah saja. Ghina mengatakan, pilih furnitur yang bentuknya menarik plus punya fungsi yang tepat buat ruangan.

“Kita bisa pilih lampu meja yang unik. Itu sudah pasti berfungsi untuk penerangan saat bekerja, tetapi juga mampu menjadi dekorasi dalam ruangan,” kata Ghina.

Dalam mendekorasi, pilih barang yang sifatnya bukan dekorasi saja, tetapi juga yang dapat memberi manfaat fungsional.

Dekorasi ruang kamar mesti disesuaikan juga dengan keinginan dan kebutuhan penghuni. Tips-tips di atas bisa menjadi acuan untuk diterapkan di kamar yang sempit. 

Desain Coffee Shop Jadi Simbol Gaya Hidup Masyarakat

Desain Coffee Shop Jadi Simbol Gaya Hidup Masyarakat

Nongkrong sudah menjadi gaya hidup masyarakat di perkotaan, kedai kopi menjadi tempat yang banyak menarik penyuka kopi sekaligus yang ingin bersantai dengan teman-teman dengan suasana yang nyaman.

Dominasi wana putih, abu-abu, hitam, dan furnitur kayu masih menjadi gaya khas desain interior coffee shop atau kedai kopi masa kini. Konsep industrial dengan unsur kontemporer juga masih digandrungi.

Banyak kedai kopi masa kini yang mengedepankan konsep polos, bersih, pengaplikasian material ekspos, seperti lantai acian, dominasi pencahayaan alami, dan penggunaan lampu cahaya temaram.

Lebih dari sekadar persoalan estetika, desainer interior Aghnia Fuad mengamati, konsep-konsep tersebut berkaitan dengan fleksibilitas fungsi kedai kopi untuk memenuhi berbagai kebutuhan gaya hidup masyarakat.

“Sekarang marak industri kreatif sehingga banyak orang bekerja tidak dari kantor, tapi dari ruang publik, termasuk coffee shop. Jadi coffee shop juga merupakan co-working space,” tutur desainer interior yang kerap disapa Ghina.

Menurut Ghina, kini bisnis kedai kopi juga menawarkan ruangnya untuk bekerja dan berkegiatan, seperti workshop sampai acara musik. Itu sebabnya, interior kedai diatur dirancang sedemikian rupa sehingga punya ruang yang cukup untuk berkegiatan.

“Makanya mereka membuat desain interior dengan konsep yang lebih polos, blong, dan furniturnya juga movable. Itu tujuannya supaya coffee shop-nya bisa dialihfungsikan menjadi tempat selain ngopi. Jadi ketika ada event, seperti gathering atau gigs, mereka bisa gunakan space itu,” papar Ghina.

Konsep polos dan tak banyak aksesori pun punya tujuan tersendiri, yakni supaya desain kedai kopi bisa menyatu dengan segala jenis situasi dan acara. 

“Jadi tidak terpatok kalau misalkan ada event, tidak ada anggapan ‘Yah sudah terlanjur interiornya begini, nanti enggak nyambung sama event-nya’," kata dia.

Menurut Ghina, sampai beberapa tahun ke depan konsep kedai kopi dengan desain interior seperti itu masih tetap digemari. Hal itu mengikuti gaya hidup masyarakat yang juga masih senang bekerja di luar kantor, sambil bersosialisasi.

Namun yang membedakan adalah tone atau warna yang dipilih. Sebelumnya warna-warna monokrom seperti putih, hitam, dan abu-abu yang menghasilkan nuansa agak gelap masih mendominasi.

Ke depannya, warna monokrom masih jadi favorit. Namun sisi terang akan lebih menonjol.

“Jadi akan didominasi warna putih,” tutup Ghina.