5 Kisah Wanita Berhasil Turunkan Berat Badan

5 Kisah Wanita Yang Berhasil Turunkan Berat Badan

Memiliki badan ideal akan menjadikan seseorang akan terlihat lenih menarik oleh lawan jenis. 

Ada banyak sekali cara yang di tawarkan di internet dari mengatur pola makan dengan diet ketat, pergi olahraga kardio atau bahkan gym. 

Semua yang cara yang beredar mungkin saja benar namun tepatkah untuk diri Anda atau bisakah di terapkan di keseharian dan menyesuaikan dengan kesibukan masing-masing orang.

Seperti dikutip dari Womenshealthmag.com,  lima wanita ini berhasil menurunkan berat badan sehat dengan melakukan kebiasaan unik dan yang terpenting konsisten menjalankannya.

1. Mencatat apa yang dimakan

Tiffany McCoy memiliki jurnal makanan. Dalam jurnal itu, ia menuliskan semua makanan yang masuk ke dalam perutnya. Dengan begitu, Tiffany bisa segera menyadari ketika sudah berlebihan makan.


Misalnya saja, dalam sehari ia pernah makan sekitar 4000 kalori. Tiffany sadar jumlah itu terlalu berlebihan untuknya dan ia segera menurunkan asupan makan.

“Dengan membuat jurnal makanan, saya belajar bagaimana memilih makanan yang lebih sehat. Saya pun mulai kehilangan berat badan dan merasa lebih sehat,” kata Tiffany.

Selain itu, kini ia juga rutin berolahraga.  Tiffany merasakan perbedaan yang lebih baik pada tubuhnya setelah berhasil menurunkan berat badan.  Dalam 8 bulan, ia berhasil menurunkan 45 kilogram.

2. Berhemat

Bukan diet ketat yang dijalani oleh Mya Zeronis. Mya memutuskan rutin berjalan kaki ke tempat kerja dari tempat tinggalnya sejauh sekitar 3 kilometer. Ia melakukannya 5-6 hari dalam seminggu. Ia berkomitmen untk tidak naik transportasi umum. Tak disangka, dalam sebulan Mya berhasil memangkas berat badannya sekitar 14 kg.


3. Hula hoop setiap hari



Bermain hula hoop setiap hari ternyata sangat bermanfaaat membantu penurunan berat badan bagi Cori Magnotta.  Dalam sehari, ia bisa bermain hula hoop selama sekitar 10 menit.

Tak hanya membuat ukuran pinggangnya mengecil, gerakan tubuh saat bermain hula hoop juga membantu menurunkan berat badan secara keseluruhan. Dalam 10 bulan, Cori sudah mengurangi sekitar 39 kilogram berat badannya.

Menurut Cori, bermain hula hoop sekaligus untuk menurunkan stres hingga depresi. Cobalah bermain hula hoop, Anda pasti akan tersenyum senang.

4. Berjalan 10.000 langkah per hari

Jennifer Bewley mengaku sangat membenci olahraga dan pergi ke gym. Jadi, ia memutuskan untuk rutin berjalan kaki. Menggunakan alat pengukur langkah, ia berjalan sebanyak 10.000 langkah sehari.

Kebiasaan ini ia lakukan setiap hari untuk pergi ke mana saja. Atas kebiasaannya itu, Jennifer memangkas sekitar 20 kg berat badannya dalam setahun.

5. Stop minuman berkalori

Untuk mensukseskan upaya penurunan berat badan, Janice Carnevale membuat resolusi berhenti konsumsi minuman berkalori. Ia tak minum minuman panas, dingin, alkohol, maupun non-alkohol, tetapi hanya air putih. Usahanya ini membuat Janice kehilangan 15 kg dalam 9 bulan.

Perbandingan Protein Pada Tahu dan Tempe

Perbandingan Protein Pada Tahu dan Tempe

Seperti yang semua orang ketahui tempe dan tahu adalah makanan yang selain enak namun juga menyehatkan.

Namun sebagai sumber pengganti protein selain daging, mana yang lebih baik?

Apakah Anda seorang vegetarian atau tidak, semua orang akan lebih sehat jika mengurangi konsumsi daging merah—yang telah dikaitkan dengan kanker.

Produk kedelai non-transgenik merupakan sumber protein yang sehat yang dapat Anda gunakan sebagai alternatif, ketika mencoba untuk mengurangi konsumsi daging.

Tahu adalah produk kedelai yang paling populer di dunia dan mudah diolah, tapi tempe ternyata memiliki jumlah protein dan serat yang lebih tinggi.

Dalam 1 porsi (1/2 cangkir), tahu mengandung 10 gram protein dan 0,5 gram serat, sedangkan tempe mengandung 15,4 gram protein, dan 3,5 serat. Sehingga, tempe tak hanya memasok protein lebih banyak untuk tubuh, namun juga membuat Anda lebih mudah kenyang berkat kandungan tinggi protein.

Selain tempe lebih tinggi kalori, yaitu mengandung 160 kalori sedang tahu 97 kalori, tempe juga mengalami pemrosesan yang lebih sedikit ketimbang tahu.

Tentunya, lebih sedikit proses, maka bisa dibilang tempe lebih sehat secara umum. Mengolah tempe dalam beragam jenis makanan seperti sup, salad, casserole, atau saus pasta bahkan bisa menjadi pilihan.